Jurnalistik menjadi alat pengubung orang untuk berkomunikasi.  Keberadaannya menjadi alat tukar informasi antara satu orang dengan orang lain.  Jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita maupun opini dari seseorang/sekelompok orang.  Mulai dari tahap perencanaan, peliputan dan penulisan yang hasilnya disiarkan melalui media/pers.  Jurnalistik merupakan proses dalam menciptakan suatu berita.  Secara umum, pengertian jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita.  Dalam Jurnalistik sangat erat kaitannya dengan pers.  Pers adalah badan yang membuat penerbitan media massa secara berkala.  Hasil akhir dari Jurnalistik akan dipublikasikan melalui media pers sebagai sarananya. 

            Perkembangan Jurnalistik di Indonesia dari awal kemunculannya yang sempat dibungkam hingga saat ini inovasi-inovasi baru dalam memberikan informasi berkualitas semakin jelas terasa yang kemudian didukung oleh teknologi canggih.  Sejak masa pendudukan Belanda di buat surat kabar pertama yang berisi perjanjian antara Belanda dengan Sulthan Makassar pada saat itu.  Kemudian masa pendudukan Jepang, pers di Indonesia dipaksa bergabung menjadi satu dan isinya disesuaikan dengan tujuan Jepang sehingga surat kabar hanya berisi berita yang pro terhadap pemerintahan Jepang.  Kemudian pasca Kemerdekaan Indonesia di zaman Presiden Soekarno.  Surat kabar digunakan untuk kepentingan penguasa agar mendapatkan kekuasaan di pemerintahan Indonesia yang baru dibentuk dan digunakan sebagai alat politik untuk saling menyerang satu dengan yang lain.  Di Era Orde Baru jurnalistik di Indonesia dijamin tidak akan dibrendel dan setiap orang dapat menerbitkan surat kabar namun karena kebebasan ini jurnalistik menjadi semakin banyak dan hanya sedikit yang mampu memiliki mutu yang bagus dalam bermedia. Sehingga pada saatnya di Era Reformasi jurnalistik di Indonesia dapat menghirup angin segar setelah dikeluarkannya UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berfungsi sebagai media infomasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.  Mengindikasikan bahwa dunia pers di Indonesia dalam memberikan informasi kepada khayalak tanpa harus takut akan penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa dengan alasan yang menjurus kepada kepentingan penguasa atau lapisan masyarakat tertentu.

            Seiring perkembangan zaman setiap peristiwa ada masanya.  Kehadiran Jurnalistik di Indonesia belum sepenuhnya memperhatikan kode etik saat penerbitannya.  Terlihat dari adanya nilai-nilai kekerasan dan kriminal yang ada tanpa diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan.  Namun, sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 Pers menjadi kedaulatan rakyat.  Jurnalistik di masa nya kini tersusun dan di buat dengan lebih praktis dan mudah karena didukung oleh teknologi yang semakin hari semakin maju hingga saat ini.  Sehingga tak jarang masyarakat sekarang lebih menggunakan Televisi atau Gadget untuk mendapatkan informasi daripada menggunakan radio.  Wartawan sekarang juga merasakan dampak yang memudahkan mereka dalam membuat berita didukung dengan mesin ketik yang beralih menjadi mesin komputer dan bahkan sekarang laptop.  Fasilitas dan perluasan media pers berkembang dengan pesat.  Dilihat dari zaman dulu yang serba terbatas dalam fasilitas dan juga media pers yang hanya sebatas koran, televisi atau radio kini bisa diakses dengan lebih mudah dan luas lagi. Tidak ada lagi ketakutan yang dialami oleh wartawan dalam memberikan informasi atau intimidasi dari pihak pemerintah.

            Internet menjadi salah satu alat komunikasi yang perkembangannya paling cepat di dunia.  Digunakan oleh setiap manusia yang terus berevolusi seiring dengan perkembangan zaman hingga saat ini. Media jurnalisme kini sudah banyak bentuknya oleh karena itu hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Jurnalistik untuk bisa untuk pandai melihat media baru yang dapat digunakan untuk mempublikasikan informasi yang ada.  Intenet contohnya yang sudah bisa menggantikan televisi karena informasi yang ada dalam televisi juga bisa di lihat di internet namun dalam bentuk yang lebih praktis dan cepat.

            Namun, dibalik itu semua Jurnalistik tetap memegang peranan vital bagi kehidupan manusia.  Informasi menjadi titik ujung pentingnya.  Jika kembali pada sejarah, terbukti Jurnalistik menjadi alat perjuangan bangsa Indonesia ketika ingin memulai sejarah baru bangsanya. Kemerdekaan disiarkan pertama kali melalui kantor berita yang kita kenal sekarang dengan nama Antara, RRI, dll.  Berkat jasa mereka pula berita Kemerdekaan Indonesia terdengar hingga ke luar negeri.  Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari namanya teknologi dan informasi.  Jika manusia ingin maju maka bijak dalam teknologi akan memberikan informasi berkualitas untuk kemajuan manusia.  Dengan berbagai kemudahan dan perkembangan dalam mengakses informasi seharusnya menjadikan manusia makin berkembang bukan tumbang.

 

Tema:  Jurnalistik dulu dan masa kini

1.       Pengertian jurnalistik

2.       Sejarah awal jurnalistik (45-sekarang)

3.       Perbedaan signifikan jurnalistik dulu dan masa kini

          Masyarakat sekarang lebih memilih cepat untuk mendapatkan informasi hanya bermodalkan gadget dan jaringan internet yang memadai

          Jurnalistik zaman dulu pintar dalam menulis dan merangkai suatu peristiwa karena semua serba manual sebelum ada komputer

          Era milenial sekarang sudah sedikit masyarakat yang mendengarkan radio, lebih sering mendapatkan informasi melalui tv atau gadget dan situs berita online

4.       Kemajuan teknologi mendorong kemajuan media jurnalistik makin berkembang

          Tantangan jurnalistik dimasa depan untuk mampu menguasai multimedia, mulai dari mengedit video, blog, dll dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman

5.       Pentingnya jurnalistik

BAGAIMANA dengan di Indonesia? Tokoh pers nasional, Soebagijo Ilham Notodidjojo dalam bukunya “PWI di Arena Masa” (1998) menulis, Tirtohadisoerjo atau Raden Djokomono (1875-1918), pendiri mingguan Medan Priyayi yang sejak 1910 berkembang jadi harian, sebagai pemrakarsa pers nasional. Artinya, dialah yang pertama kali mendirikan penerbitan yang dimodali modal nasional dan pemimpinnya orang Indonesia.

Dalam perkembangan selanjutnya, pers Indonesia menjadi salah satu alat perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Haryadi Suadi menyebutkan, salah satu fasilitas yang pertama kali direbut pada masa awal kemerdekaan adalah fasilitas percetakan milik perusahaan koran Jepang seperti Soeara Asia (Surabaya), Tjahaja (Bandung), dan Sinar Baroe (Semarang) (“PR”, 23 Agustus 2004).

Menurut Haryadi, kondisi pers Indonesia semakin menguat pada akhir 1945 dengan terbitnya beberapa koran yang mempropagandakan kemerdekaan Indonesia seperti, Soeara Merdeka (Bandung), Berita Indonesia (Jakarta), dan The Voice of Free Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *