Kepada langit semesta,
Katakanlah kepada kaki-kaki perkasamu,
Bersiaplah menghibur diri, memperkokoh betis-betis kaki.
Karena malam ini, akan ada berjuta percikan bunga api.
Menggelegar merusak pendengaran, meski ku akui sangat indah dimata.

Kepada langit dunia,
Bisikkan ketelingamu,
Bersiaplah dengan suara bising memecah hening malam.
Karena malam ini mereka yang tertidur akan bangun di malam hari,
Jangan bermimpi jika mereka menghadap Tuhan kita, karena mereka terbangun untuk menyerangmu, dengan berjuta kembang api..

Kepada langit bumi,
Katakan kepada matamu, untuk rehat sejenak dan menutup mata.
Atas segala polah kami bernama manusia.
Karena usiamu terlalu tua, untuk marah menyaksikan maksiat yang nyata.
Matamu telah terlalu lama terbuka, awas memandang kami yang penuh dosa.

Kepada langit,
Regangkanlah tanganmu untuk meminta pada sang Pencipta.
Semoga Ia tidak mengirim terompetNya sebagai balasan atas terompet kami.
Semoga Ia tidak mengirim bunga apiNya sebagai jawaban atas kiriman bunga api kami.

Kepada langit milik sang Pencipta.
Ku mohon bisikkanlah sesuatu kepada Tuhan kita,
Ampuni kami yang menggelar tradisi yg tidak diciptaNya.
Semoga sebagian besar dari kami, masih sedia menyebar dan mengingat kebaikan.
Agar malam ini, kami tidak mati sia-sia.ditengah pesta dunia.

Kepada manusia dunia yang akan merayakan sesuatu malam ini, apakah yang akan kita katakan dihadapan Nya nanti ketika Ia bertanya: “Dengan apa kau habiskan waktumu pada detik pertama 1 Januari 2015?”
Semoga raga ini berbaik hati mengatakan, bahwa kita tunduk dan beribadah kepadaNya dimalam itu dan malam seterusnya.
Palembang, 31 Desember 2014 (15:07)

 

Disunting Oleh : Wety Artika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *