penghapus-pahala

penghapus-pahala

Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di dalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah. Sehingga menjadikan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, patut diupayakan oleh setiap muslim yang beriman. Sehingga kemuliaan bulan ramadhan bisa dicapai dengan sempurna.

Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari agar memperoleh kemuliaan bulan ramadhan dengan sempurna. Berikut beberapa hal yang dapat menghilangkan dan merusak pahala puasa

  • Berbohong, ini merupakan penyakit yang telah menghinggapi semua lapisan masyarakat di segala zaman. Perkara ini adalah penyebab utama bagi timbulnya segala macam bentuk kejelekan dan kerendahan. Tentulah pada bulan ramadhan ini kita dilatih untuk menjadi orang yang jujur, oleh karena itu jauhilah sifat bohong dalam berpuasa mapun tidak. Jangan sampai perkara ini dapat menghalangi petunjuk-Nya seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut ini:

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.”(QS. Gafir:28)

  • Ghibah (gosip), artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan orang yang dibicarakan tidak ada di saat pembicaraan. ‘Aib yang dibicarakan tersebut, tidak suka diketahui oleh orang lain. Adapun dosa dari ghibah telah dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmannya:

“Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik.”(QS. Al-Hujurat:12)

  • Melihat dengan syahwat, maksudnya yaitu jika kita melihat sesuatu yang dapat menimbulkkan nafsu syahwat, contoh: film-film yang tidak benar, melihat aurat yang bukan muhrim dengan sengaja. Semua peristiwa asalnya karena pandangan, kebanyakan orang masuk neraka karena dosa kecil. Permulaannya pandangan, kemudian senyum, lantas beri salam, kemudian berbicara, lalu berjanji dan sesudah itu bertemu.  Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada mu’min laki-laki dan perempuan supaya menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang berima, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya,..”(QS. An-Nur:30-31)

  • Ghadab (marah), yaitu kondisi dimana seseorang merasa kesal dan emosi karena sesuatu yang timbul di dalam hatinya apabila mengalami sesuatu yang tidak disukai atau dibencinya. Jika dibiarkan, perilaku ini bisa menimbulkan masalah yang lebih besar dan bahkan bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain, maka dari itu perilaku ini sebaiknya dihindari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwasanya:

“Orang yang kuat bukanlah dengan bergulat, namun orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari)

  • Namimah (mengadu domba). Yaitu perilaku dan tindakan provokasi dimana bertujuan untuk memecah belah dan dan membuat dua pihak saling berseteru, perilaku ini dapat berakibat fatal bahkan membahayakan bagi kehidupan bermasyarakat. Perilaku ini merupakan seburuk-buruknya perbuatan dan orang-orang yang meakukan perbuatan ini akan diazab di alam kubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, namun sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika buang air kecil. Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba (namimah).”(HR. Bukhari dan Muslim)

Beberapa hal di atas tidak hanya dihindari ketika berpuasa, dalam kehidupan sehari-hari pun perilaku-perilaku ini haruslah dijauhi karena bisa menimbulkan malapetaka baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Semoga kita bisa menghindari perilaku-perilaku ini. Amin

sumber: diolah dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *