Tak sekali ku terdiam dan berfikir

Apalah jadi aku yang bertolak dari adanya

Semua yang ada digenggaman dari keringat ini,

Yang asalnya pun dari semangatmu

Tak sekali ku mengeluh

Teringat bayangmu dan senyum banggamu

Langkah dan lariku belum dapat menandingimu

Tidurku masih terlalu pulas dibandingmu

Makanku masih terlalu lezat dibandingmu

Namun jasamu andaikan tetesan air dengan hamparan laut antara aku dan dikau

Ibu

Izinkan aku menyampaikan salam rindu

Dihening malam, pertunjukan bintang dan hembusan angin yang lembut menyadarkanku

Ku tertunduk, tak sekali mata menahan kelopaknya

Tak jarang kau terlihat menahan kehendakmu

Menyembunyikan senyuman lewat senyum yang jauh dari adanya

Tersirat harapan besar dibenakmu

Tinggalah aku yang mewujudkan itu

Tunggu aku ibu

Aku sekarang dalam proses penuh juang

Sekarang aku butuh tadahan tanganmu

Meminta ke pencipta semesta

Ibu

Harapan penuhku adalah bahagiamu

Senyum lebarmu

Hari santaimu

Mengisi keinginan-keinginan sucimu

Penuh kesayangan milikmu ibu

Oleh: Djulius Aman Wijaya

Kelas:  1. KI. A

tiga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *