tumblr_lqcutsdwzS1qgvpx6o1_1280

tumblr_lqcutsdwzS1qgvpx6o1_1280

Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh dengan keberkahan. Karena pada malam ini Al-Qur’an diturunkan ke muka bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadr: 1)

Malam lailatul qadar juga memiliki kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, para malaikat termasuk malaikat Jibril turun ke muka bumi untuk mengatur segala urusan. Keterangan ini sesuai dengan firman  Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al Qadr ayat 3-5:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 3-5)

Lailatul qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, terjadinya malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil lebih besar kemungkinannya lebih besar daripada malam-malam genap. sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Beberapa tanda lailatul qadar adalah dimana udara dan angin di sekitar begitu tenang, suhu udara tidak begitu panas dan juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari tampak bersinar tidak terlalu cerah dan tampak kemerahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadr adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi)

Lalu, bagaimana memperoleh malam lailatul qadar? Berikut beberapa tips untuk mendapatkan malam lailatul qadar menurut Syaikh Tawfique Chowdhury

  • Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika benar-benar ingin memperbaikinya, masih ada waktu!
  • Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai lailatul qadar terlewati begitu saja.
  • Jangan ikut-ikutan dengan perayaan-perayaan atau kegiatan-kegiatan yang diadaadakan (bid’ah) oleh kelompok-kelompok tertentu.
  • Hafalkan doa malam lailatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:

Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, ”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

  • Siapkan daftar pendek do’a-do’a untuk dipanjatkan. Ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Pilihlah do’a-do’a terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Ingatlah saudara-saudara muslim yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.
  • Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya’ dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.
  • Ingatlah keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Semangati dan motivasi mereka!
  • Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.
  • Pilihlah tempat khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di masjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.
  • Ini bukan malam untuk pasang status (misalnya : “alhamdulillaah, nikmatnya
    bermunajat kepadaNYA malam ini” dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, putuskan dulu hubungan dengan dunia dan nikmati jalinan hubungan dengan al-‘Afuww.
  • Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Al Qur’an. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.
  • Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Kita mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?
  • Berbaik sangkalah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kita sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kita berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Mungkin kesempatan ini hanya tinggal sekarang diberikan Allah kepada kita. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu kembali dengan ramadhan? Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk meraih cinta-Nya. Amin

sumber: arahmah.com; lampuislam.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *