Walisanga atau juga dikenal dengan Sembilan Wali adalah tokoh-tokoh yang turut andil dalam misi penyebaran ajaran Islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Mereka adalah Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati.

Salah satu tokoh yang terkenal dari Walisanga ialah Sunan Gresik. Bernama asli Syekh Maulana Malik Ibrahim, tapi sering pula dikenal dengan nama Syekh Maghribi atau Makhdum Ibrahim Al-Samarqandi. Orang Jawa juga menyebutnya Asmorokondi. Termasuk orang pertama yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa, sang seniornya Walisanga ini pertama kali tiba di Desa Sembalo (sekarang Leran), Kecamatan Manyar, 9 kilometer arah utara kota Gresik.

Bersama beberapa sahabatnya, beliau mulai menanamkan Islam di tanah Jawa. Untuk menarik hati masyarakat Sembalo kala itu, beliau membuka sebuah warung yang mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah. Dengan kemampuannya sebagai tabib, beliau juga membuka layanan kesehatan cuma-cuma. Beliau pun mengajarkan cara bercocok tanam, hingga merangkul masyarakat kasta rendah yang kala itu tersisihkan di komunitas Hindu.

Dalam menjalankan misi dakwahnya, beliau tidak serta-merta menyeru dengan tegas, menentang dengan keras, ataupun mengkritik tajam agama dan kepercayaan penduduk kala itu. Dengan kelemah-lembutanya, beliau menunjukkan keindahan sejati syari’at Islam. Keramah-tamahannya senantiasa diperlihatkan ketika mendakwahi penduduk Sembalo. Selain itu, berkat perdagangan yang dijalankan beliau berhasil menjalin hubungan bisnis dengan para bangsawan. Sehingga keberadaannya telah semakin mantap baik di hati masyarakat maupun di kalangan bangsawan dan pebisnis.

Setelah mematenkan eksistensinya di kalangan masyarakat, beliau bermaksud mendakwahi pemegang kekuasaan kala itu. Beliau menyampaikan niatnya untuk berkunjung ke Kerajaan Majapahit, menemui Prabu Brawijaya. Berkat kesuksesan sosial yang beliau miliki, niatan tersebut mendapat sambutan yang baik dari para petinggi kerajaan. Selain itu, Prabu Brawijaya sebenarnya telah mengetahui bahwa Islam telah menyebar di pantai utara pulau Jawa. Berkat tersebar luasnya Islam di kalangan masyarakat setempat, maka kehidupan mereka menjadi tenteram dan rukun.

Dalam kunjungannya di Kerajaan Majapahit, beliau menyampaikan syari’at Islam. Petinggi kerajaan terkesan dengan tutur kata yang lembut dan sopan, tak terkecuali sang raja. Sayangnya, sang raja belum berkenan melepaskan agamanya dan belum bersedia memeluk Islam. Namun, izin berdakwah tetap diberikan dengan dihibahkannya sebidang tanah oleh Raja Majapahit kepada Sunan Gresik dengan tujuan untuk menjaga kerukunan antara rakyat yang telah memeluk Islam dengan sang raja yang masih beragama Hindu.

Selain mendakwahi masyarakat, beliau mendirikan sebuah pondok pesantren. Beliau disebut sebagai bapak pesantren di Jawa karena beliau adalah yang pertama kali memulai sistem pendidikan pesantren. Tak hanya pesantren, masjid dan langgar juga dibangun untuk dijadikan posko-posko penyeru agama Allah. Di sanalah beliau mendidik santrinya untuk menjadi penerus estafet dakwah, agen penyebar kebaikan yang akan terus menyebarluaskan ajaran Islam di Pulau Jawa.

 

Sumber:

http://tokohmuslim.com/mengenal-maulana-malik-ibrahim-yang-dikenal-sebagai-sunan-gresik/

https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2017/11/03/5983/sunan-gresik-wali-songo-pertama-penyebar-islam-di-tanah-jawa.html

https://www.inigresik.com/2015/05/sekilas-sejarah-sunan-maulana-malik.html?m=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *