1⃣ Berdoa kepada Allah azza wa jalla agar kita dilindungi dari godaan dan rayuan syaiton, karena sungguh tidak diragukan lagi bahwasannya rasa kantuk yang menimpa kaum muslimin ketika duduk di majelis ilmu (khutbah jum’at) disebabkan oleh godaan syaiton.
(perlu kita renungkan: ilmu yang bersumber dari alqur’an dan sunnah yg dipahami dengan pemahaman sahabat adalah sumber kebaikan, syaiton selalu menghalangi orang orang yg beriman dalam mencari ilmu, termasuk ketika mendengarkan khutbah jum’at).

 

2⃣ Hendaklah kita menyadari bahwasannya para malaikat juga ikut menghadiri dan mendengarkan khutbah jum’at, apakah kita malu kepada mereka?
Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda : “Apabila datang hari jum’at, para malaikat duduk di pintu-pintu masjid, mereka mencatat manusia (kaum muslimin) sesuai dengan (amalan mereka) ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) onta, ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) sapi, ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) kambing, ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) ayam, dan ada yang (mendapat pahala) seperti bersedekah sebutir telur, apabila muadzin mengumandangkan adzan, dan imam duduk di atas mimbar, ditutuplah buku catatan amal, (mereka) masuk ke masjid dan mendengarkan peringatan (khutbah)”. [HR. Ahmad]

 

3⃣ Sadarlah dari kelalaian, hendaklah kita mengingat, bahwasannya yang mengundang dan memanggil kita untuk datang mendengarkan khutbah adalah Allah azza wa jalla, lihat ayat ke 9 dari surat al jumuah.
4⃣ Sadarlah, termasuk musibah yang paling besar, adalah musibah yang menimpa agama kita. Di antara musibah dalam agama adalah ketika ada nasehat kebaikan (khutbah jum’at) disampaikan, akan tetapi anda tidak bisa mengambil manfaat dari kebaikan tersebut.

 

*Faidah di atas merupakan bentuk terjemahan bebas dari nasehat yang di sampaikan syaikh muhammad asy-Syinqity hafidzahulloh.
Semoga bermanfaat.
✏ Ustadz Budi Santoso, Lc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *