Karya: Ahfa Waid

 

Mohon Ampun dengan membaca Istighfar

Sudah berapa banyak istighfar yang kita baca?

Sudahkah kita meresapinya?

Astaghfirullahal azhim…

 

Istighfar yang diucapkan perlahan, tulus, ikhlas, dan sepenuh hati akan mampu meredam, bahkan mengusir galau di hati dan menenangkan jiwa.

 

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya, apabila seorang hamba berbuat dosa, maka dalam hatinya akan terdapat noda hitam. Apabila ia berhenti dari dosa itu, lalu beristighfar dan bertaubat, maka hatinya akan bersih kembali.” (HR.Tirmidzi)

 

Nah, dari hadits tersebut. Guys, kita tahu betapa dahsyatnya kekuatan istighfar bagi seseorang untuk menjalankan hidup yang lebih baik.

 

Imam Qurthubi menceritakan dari ibnu subaih bahwa suatu ketika, seseorang datang kepada Hasan Bashri dan mengadu tentang musim paceklik.

Hasan Bashri berkata, “Mintalah ampun kepada Allah (beristighfar).”

Ada lagi orang yang mengadu bahwa ia miskin, lalu Hasan Bashri tetap menjawab, “Mintalah ampun kepada Allah.”

Kemudian datang lagi orang ketiga, dan ia berkata,”Doakanlah saya agar dikaruniai anak.”

“Mintalah ampunan kepada Allah,” jawab Hasan Bashri.

Ada juga orang yang mengadu bahwa kebunnya kering. Namun, jawaban Hasan Bashri tetap sama, “Mintalah ampun kepada Allah.”

Melihat hal itu, Rabi’bin Subaih bertanya, “Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?”

Hasan Bashri menjawab, “Aku tidak menjawab dari diriku pribadi, karena Allah telah mengatakan dalam firman-Nya. Maka, Aku katakan kepada mereka,

”Mohonlah ampunan kepada Rabb-Mu. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadkan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS.Nuh [71]: 10-12)”

 

Guys, cerita tersebut menunjukkan bahwa dengan beristighfar kepada Allah, kita pasti akan diberi jalan kemudahan untuk setiap masalah.

 

Ada sebuah cerita lagi, simak ya!

 

Tukang Roti dan Istighfar

Suatu ketika, Imam Ahmad bin Hanbal ingin menghabiskan malamnya di masjid, tapi ia dilarang menginap di masjid. Imam Ahmad sudah berusaha agar diizinkan menginap oleh penjaga masjid, namun tetap dilarang.

“Saya akan tidur di sini,” kata Imam Ahmad bersikeras.

Dan benar, Imam Ahmad bin Hanbal tidur di tempat itu, sehingga penjaga masjid mengeluarkannya dari area masjid.

Tiba-tiba, Imam Ahmad bertemu seorang tukang roti yang kemudian menawarinya menginap. Lantas, Imam Ahmad mengikuti si tukang roti.

Setelah menjamu Imam Ahmad, si tukang roti kemudian beranjak pergi mengambil adonannya untuk membuat roti. Imam Ahmad mendengarnya beristighfar dan terus beristighfar.

Waktu beranjak malam, sementara si tukang roti tetap beristighfar, sehingga Imam Ahmad bin Hanbal keheranan.

Keesokan harinya, Imam Ahmad bertanya kepada si tukang roti tentang istighfarnya semalam. Ia menjawab bahwa selama mengadoni tepung, ia terus membaca istighfar.

“Apakah kamu mendapatkan buah dari istighfarmu?” tanya Imam Ahmad.

Tukang roti berkata, “Ya. Demi Allah, sya tidak memohon permohonan,kecuali pasti dikabulkan. Tapi ada satu do’a yang sampai sekarang belum dikabulkan.”

“Apa itu?” tanya Imam Ahmad.

“Bertemu Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Saya Imam Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, saya dituntun untuk menemuimu.”

 

Guys, dari cerita tersebut. Udah jelaskan, bahwa apa saja yang dimnta melalui istighfar, pasti dikabulkan. Apalagi Cuma galau gara-gara mikirin ini itu, pasti deh ada jalan keluarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *